Senin, 29 April 2013

Bingung Memilih Jurusan ( bagai mana dengan Fisika)


diawali dari kebingungan menentukan pilihan masa depan yang lebih baik
setelah tamat dari jenjang sekolah menengah atas, berkeinginan melanjutkan kejenjang perguruan tinggi,ada pertanyaan besar dalam pikiran ..... jurusan apakah yang dipilih ? sesuai selera atau kemampuan atau bakat bakat atau malah mengikuti anjuran orang tua???
bagaimana dengan jurusan FISIKA ?

FISIKA ADALAH ILMU UNIVERSAL,FISIKA TIDAK HANYA BERKUTAT DI REAKTOR NUKLIR, PARTIKEL, GELOMBANG. SEKARANG FISIKA SUDAH MASUK KE ERA BARU.
"FISIKA ADALAH ILMU MASA DEPAN."
SIAPA YG MENGUASAI FISIKA BEARTI MENGUASAI MASA DEPAN,,ITU YANG DI KATAKAN DOSEN SAYA... "TERNYATA BENAR,,,"YOU CAN DO EVERYTHING U THINK"

Masalah pemilihan jurusan itu tergantung minat anda dimana, jangan takut dengan bayang2 atau kata2 orang lain ?

Jurusan Fisika tidak selalu menjadi dosen, atau kerjaan yang berhubungan dengan pendidikan jika anda tidak berminat ber-career di academic.
JIka anda memilih program study Instrumentasi elektronik Fisika UIN, setelah lulus anda bisa bekerja di bidang Instrumentasi & control di perusahaan-perusahaan seperti Foxboro, Yokogawa, ABB, dan perusahaan yang mensupply peralatan untuk factory automation atau process automation, atau kontraktor seperti Toyo, Rekayasa Industry, IKPT, dll. Sedangkan jika anda tertarik bekerja di pabrik2. anda bisa menjadi instrumentasi engineer, seperti pabrik kimia, oil dan gas, pupuk, petrokimia, dll.

Sedangkan jika anda ambil jurusan Geofisika, anda bisa bekerja di perusahaan Minyak atau perusahaan konsultan yang mengolah data seismic. Begitu juga jika anda ambil program study Material science, anda bisa bekerja di bidang anda. Jadi semuanya tergantung minat anda.



Yang penting adalah minat anda dimana, dan menjalaninya dgn sunguh2. Banyak orang lulusan S1 di Indonesia tidak bekerja sesuai bidangnya, disebabkan krn keterbatasan informasi atau bisa juga krn minatnya berubah.. Yang penting adalah cara berpikir anda selama kuliah bisa digunakan dimanapun anda bekerja.

.

Menurut saya, program pendidikan di jurusan fisika, pada umumnya kurikulumnya tidak dituntut untuk menyiapkan mahasiswa ke dunia kerja dengan profesi yang pasti. Melainkan, jurusan fisika mengajarkan sekelompok ilmu/keterampilan/ skill/knowledge. Jadi jurusan fisika itu tipenya 'keilmuan'. Sifat seperti ini sebenarnya bukan monopoli jurusan fisika: Jurusan2 semacam sastra, ilmu politik, ilmu ekonomi, bahkan ilmu komputer (pure Computer Science yang kental matematikanya) juga bersifat seperti ini.

Jurusan semacam kedokteran, teknik, ilmu pertanian, akuntansi, informatika (Software Engineering) : program pendidikannya memang diarahkan untuk ke jalur profesi, jadi tipenya 'keprofesian' .

Pada praktek implemetasi kurikulumnya, di tiap universitas, ada overlap antara 'keilmuan' dengan 'keprofesian' , namun kadarnya berbeda-beda. Beberapa jurusan fisika di Indonesia membuka jalur peminatan yang mengarah ke profesi seperti fisika medis, geofisika eksplorasi, instrumentasi, untuk menambah kadar 'keprofesian' dalam program pendidikannya. Jadi masuk ke jurusan fisika tidak berarti hilang sama sekali kesempatan untuk berkonsentrasi ke program pendidikan yang mengarah ke profesi.


Saya akan merekomendasikan masuk fisika untuk 2 tipe siswa:

- pertama, mereka yang ingin mengarah ke profesi, tapi juga ingin mempelajari fisika sebagai pengetahuan. dalam hal ini fisika bisa memberikan pendidikan berimbang antara 'keilmuan' fisika dengan 'keprofesian' di bidang fisika terapan.

- kedua, jelas bagi mereka yang ingin melanjutkan karir di bidang fisika sebagai peneliti atau ilmuwan. meski sebenarnya kesempatan inipun tidak tertutup untuk mereka yang berlatar belakang profesi. bbrp rekan saya sekarang, cukup banyak yang latar belakangnya elektro, mesin, atau komputer, dan sekarang mereka sama-sama memburu Higgs boson dengan saya.




Kalau MIPA Fisika dibagi menjadi beberapa Sub Jurusan Lagi (Instrumentasi dan Kontrol, Material, Nuklir, Biofisika, Fisika Bumi, Komputasi, Theory).
Instrumentasi dan Kontrol
otomatis kita kerja di perusahaan-perusaha an yang berkaitan dengan instrumentasi, karena semua perusahaan butuh orang instrumentasi.
Material 
 Banyak perusahaan-perusaha an multinasional yang mencari orang-orang material, dan di luar negeri Fisika Material sangat diminati.
Fisika Bumi 
Jelas, perusahaan oil and gas multinasional bakalan mencari orang-orang fisika bumi.
Komputasi 
 Banyak orang fisika yang ditarik untuk bekerja di perusahaan-perusaha an pembuatan software sekelas IBM.
Nuklir 
 Bekerja di perusahaan pembuatan nuklir power plant (Toshiba, Mitsubishi, Siemens, lembaga penelitian di dunia, dll).
Biofisika 
 Bekerja di perusahaan pembuatan alat-alat kedokteran, rumah sakit, atau peneliti.
Theory
Bekerja di lembaga-lembaga penelitian.

Selain itu, mahasiswa Fisika dituntut untuk paham paling tidak tentang instrumentasi kontrol dan komputasi. Pengalaman walaupun saya orang fisika nuklir, tapi baru-baru ini saya mendapat tawaran kontrak untuk menjadi programer disalah satu perusahaan multinasional di Norway.



Kalau Fisika Bumi dan Geofisika MIPA sebenarnya berbeda..... Geofisika MIPA sudah dilebur bersama Teknik Geofisika (FTML).

Sekarang saya jelaskan antara Teknik Geofisika (FTML) dengan Fisika (Kelompok keahlian Fisika Bumi/ Fisika Sistem Kompleks) (MIPA).
Kalau Teknik Geofisika adalah salah satu jurusan dari FTML, tapi kalau Fisika Bumi adalah salah satu kelompok keahlian dari Fisika MIPA.

Kalau mau masuk ke Fisika Bumi, USMPTN-nya daftar Fisika MIPA.
Sebenarnya pekerjaanya hampir mirip antara Fisika Bumi dan Teknik Geofisika. Tapi Secara teknis/ lapangan orang Teknik geofisika lebih jago. Kalau secara analisis, theori orang fisika bumi lebih jago. Yang membuat alat-alat untuk praktikum atau pengambilan sampel kebumian (software atau hardware) adalah anak Fisika bumi....

Fisika Bumi yang membuat alat, teknik geofisika yang menggunakannya. Keduanya sangat berprospek cerah.


apa mungkin kesenangan fisika bakal mengarah ke hilir yang sama,.
tapi kalau kita lihat cerita ketiga ilmuwan yang menelurkan teori model standard (kalo ga salah), saya dapet cerita ini dari Pak Terry Mart (Seminar "Ayat - ayat Semesta" di FMIPA-UIN), bahwa dari ketiganya malah semakin menguatkan apa yang mereka jadikan pegangan selama ini. Yang Islam (Abdus Salam) semakin Islam dan yang Yahudi (salah satu dari 2-Glashow or Weinberg) semakin Yahudi,.
Jadi, "sufisika" itu bisa dibilang hidayah (-hadiah)bukan?



baca juga
cara menentukan jurusan (bingung milih jurusan)

16 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

 
Copyright © . Suka-Suka Gendux - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger